AHMAD ZACKY SIRADJ: Sosok Kader Organisatoris-Etis


Sekitar 2009, penulis menjadi panitia Dies Natalis HMI. Dalam seminar yang digelar, salah seorang pembicara senior yang hadir yaitu Ahmad Zacky Siradj. Dia adalah Ketua Umum HMI Cabang Ciputat 1976-77 yang menjadi Ketua Umum PB HMI 1981-1983.
Kak Zacky demikian ia akrab disapa, berperan aktif dalam Festival Istiqlal event penyelenggaran kebudayaan Islam pada 1990an. Menarik pula ditelusuri bahwa alumni Fakultas Tarbiyah ini justru aktif pula di dunia pariwisata dan perhotelan. Ia menjadi Sekjen MPI (Masyarakat Pariwisata Indonesia) dan Direktur Eksekutif PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia).
Dalam dunia pendidikan, Kak Zacky sekarang menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Yayasan Al-Qur’an yang menaungi Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Sejak 2012, ia pun diminta untuk memimpin ikatan alumni di almamaternya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan terpilih kembali untuk periode kedua 2016-2020.
Sebelum kuliah di Ciputat, Kak Zacky telah aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) ketika masih sekolah di SP IAIN Gunung Djati Garut. Tetapi atas dorongan Maman Hilman yang telah lebih dulu kuliah di IAIN Jakarta, ia lebih memilih melanjutkan studi di IAIN Jakarta dan tidak ke IAIN Bandung. Karena Kak Mamam aktivis HMI, sesampainya di Ciputat Kak Zacky tinggal di Sekretariat HMI yang berada di Komplek Dosen IAIN Jakarta Jl. Ibnu Sina III/68. Karena itulah, sejak awal ia telah berinteraksi dengan para elit HMI Ciputat.
Ketika training HMI, Kak Zacky dikejutkan dengan pernyataan instruktur NDP Kamil Amrullah yang mengatakan,Ciputat memiliki seorang ‘nabi bernama Nurcholish Madjid.” Penasaran yang tidak terpuaskan, mendorongnya berangkat ke rumah Cak Nur, panggilan akrab Nurcholish Madjid. Ia pun berkesempatan berdialogbaginya mengadu ilmu’—secara langsung dengan “penarik gerbong” pembaharuan pemikiran Islam itu.
Era 70-an, ketika Kak Zacky kuliah, gagasan Pembaharuan Islamyang dilontarkan Cak Nur memang sedang hangat-hangatnya menjadi perbicangan publik. Dan, dengan Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) yang dirumuskannya, Cak Nur telah meletakkan narasi intelektual dalam perkaderan HMI. Inilah pula yang mempengaruhi imaginasi kader-kader HMI generasi berikutnya, dan membentuk komunitas intelektual di lingkungan Ciputat.
Sebagai ketua umum cabang, tentu saja Kak Zacky menyambut kesemarakan intelektual dari generasi yang lebih senior seperti Mursyid Ali, M. Atho Mudzhar, Lukman Hakim Batalemba, Kamil Amrullah, Irchamni Sulaiman, Maman Hilman, dan Bunyamin Syurur. Suasana perkaderan HMI demikian ini telah pula memberi warna bagi perkembangan intelektual kader seperti Fachry Ali, Komaruddin Hidayat, Kurniawan Zulkarnain, begitu juga Pipi A. Rifai Hasan, Azyumardi Azra dari generasi yang lebih muda.
Dalam pada itu, bagi Kak Zacky sendiri narasi intelektual Cak Nur terinternalisasi secara organisatoris-etis. Kalau Cak Nur satu-satunya Ketua Umum PB HMI dua periode berturut-turut, maka sampai hari ini Kak Zacky adalah satu-satunya kader Ciputat yang terpilih menjadi Ketua Umum PB setelah Cak Nur. Begitu pun ketika Cak Nur merumuskan NDP, Kak Zacky menjabarkan tentang sifat independen HMI, yaitu independensi etis dan independensi organisatoris.Pandangannya ini secara khusus mendapat apresiasi dan dukungan moril dari Cak Nur yang langsung berkirim surat dari Chicago.
Konsistensi PB HMIdi bawah kepemimpinan Kak Zackyakan sifatnya yang idependen secara nyata diuji dengan adanya kebijakan tentang Asas Tunggal bagi seluruh organisasi masyarakat. Dan ternyata, Kongres HMI ke-15 Medan secara tegas mengambil sikap “menolak” kebijakan pemerintah tersebut. Sebuah keputusan yang secara politis dianggap berani dan melawan arus, malahan dapat mempersempit gerak bahkan membahayakan organisasi. Sikap PB HMI ini sangat mendasar secara konstitusional. Ide penuggalan asas yang datang “dari atas” memang dirasakan atau terasakan terkesan dipaksakan. Karena pada waktu itu, kebijakan tersebut belum secara resmi diatur melalui undang-undang.
Pasca HMI, kiprah organisatoris Kak Zacky dapat diikuti pula dalam dua lembaga yang digagasnya bersama sejumlah kader HMI Ciputat. Yaitu HP2M (Himpunan untuk Penelitian dan Pengembangan Masyarakat) yang menjadi wadah bagi aktifitas kader dalam penelitian dan survei serta mengembangkan lembaga swadaya masyarakat. Selanjutnya, LSAF (Lembaga Studi Agama dan Filsafat) yang belakangan lebih dikenal dengan publikasi Jurnal Ulumul Quran karena secara prestisius beriringan dengan Jurnal Prisma dari LP3ES.
Penting dicatat, LSAF berhasil menginisiasi Pertemuan Nasional Cendekiawan Muslim Pertama Desember 1984. Dari sini, Kak Zacky berperan penting dalam mengonsolidasikan berdirinya ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia). Karena itulah, pada awal Reformasi Kak Zacky menjadi Anggota MPR dari golongan cendekiawan wewakili ICMI yang kemudian masuk Fraksi Utusan Golongan. Selain masuk dalam Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR yang membidangi Amandemen UUD 1945, ia pun didaulat membacakan Padangan Umum Fraksi Utusan Golongan terhadap Pidato Pertanggung Jawaban Presiden RI pada Sidang Umum MPR, 16 Oktober 1999. Dan menariknya, Presiden BJ. Habibie adalah pula Ketua Umum ICMI.
Belakang Kak Zacky aktif menggerakan penguatan ideologi dan kebangsaan melalui Aliansi Kebangsaan yang digagasnya bersama sejumlah tokoh. Pada Pemuli 2014, Kak Zacky terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar. Ia berpandangan bahwa politik merupakan sarana dakwah untuk menjaga kedaulatan rakyat, sebab kaum terpelajar tidak seharusnya menjauh atau mengambil jarak dari politik. Melihat teladan dan kenegarawanan yang ditampilkan para pendiri bangsa dalam berpolitik, maka baginya politik adalah tangga kemuliaan.*

* Eko Arisandi adalah Editor Membingkai Perkaderan Intelektual: Setengah Abad HMI Cabang Ciputat.

** Tulisan dimuat Ruang Online, Senin, 3 September 2018. http://ruangonline.com/2018/09/03/1783/ 

Comments

Popular posts from this blog

HERMAN HIDAYAT: Peneliti Ahli Politik Ekologi Jebolan Ushuluddin

KH. AHMAD QORI NURI

ASEP SHOLAHUDDIN: Muazzin dari Ciputat